Friday, 8 June 2012

Contoh Ceramah Pada Peringatan Isra Mi'raj


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirabbil alamin, washolatu wasalamu ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, wa’ala alihi washohbihi ajma’in. Amma ba’du
Yang terhormat ......
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita bisa bertemu dengan bulan yang penuh berkah, rahmat dan maghfirah, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan atas junjungan kitanabi besar Muhammad Saw., pada keluarga dan para sahabat beliau serta semua pengikut ajaran ajaran beliau. Karena lantaran beliaulah sehingga kita mendapat petunjuk melalui ajaran ajaran islam, dan dengan demikian kita bisa membedakan mana perkara yang haq dan mana perkara yang bathil.
hadirin yang saya hormati
Pada bulan Rajab kita senantiasa mengingat kembali peristiwa yang sangat besar, dimana dalam peristiwa isra’ mi’raj itulah Rasululloh Saw menerima perintah sholat lima waktu yang asal mulanya lima puluh waktu dalam sehari semalam.
Adapun yang dimaksud dengan isra’ dalam arti bahasa adalah perjalanan dimalam hari. Namun yang dimaksud dalam agama islam adalah perjalanan Rasulullah saw. dimalam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha yang penuh berkah disekelilingnya. Hal tersebut sudah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karrim surat Al Isra’ ayat satu yang berbunyi :





Artinya : Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya[847] agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.
 
Hadirin sekalian yang berbahagia,
            Setelah kita perhatikan sejenak, tentang ayat Al-Qur’an tersebut, maka kita bisa ambil kesimpulan, bahwa apa yang difirmankan oleh Allah tersebut telah terbukti seperti kita saksikan pada zaman sekarang ini, yakni disekeliling Masjidil Haram benar-benar diberkati dengan rizki yang melimpah serta kewibawaan yang luar biasa sehingga setiap tahun berduyun-duyun orang mengunjungi untuk menunaikan ibadah haji sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini.
            Adapun yang dimaksud dengan mi’raj menurut arti bahasa adalah naik keatas dengan menggunakan tangga, namun yang dimaksud menurut syari’at agama islam adalah Allah menaikan Rasulullah saw. dari Masjidil Aqsha sampai Sidratil Muntaha, yaitu suatu tempat yang paling tinggi yang tak akan mampu manusia manapun, sekalipun menggunakan alat-alat canggih dalam kemajuan teknologi yang serba canggih ini, selain Rasulullah saw. yang telah dikehendaki oleh Allah SWT. Disanalah beliau menerima perintah shalat lima waktu yang semula lima puluh waktu dalam sehari semalam, namun dengan kemurahan Allah dimohon keringanannya hingga tinggal lima waktu, yang tidak mengurangi pahalanya lima puluh kali tersebut, yang wajib dikerjakan oleh beliau beserta segenap umat beliau.
         
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
            Tepat peristiwa Isra’ dan Mi’raj nabi besar Muhammad saw. terjadi dengan kehendak Allah swt. pada malam dua puluh tujuh Rajab tahun 11 Hijriyah (setelah beliau diangkat menjadi Rasul (utusan Allah).
            Adapun hikmah dari peristiwa tersebut adalah menanamkan kekuatan batin beliau Rasulullah saw. atas cobaan atau musibah yang menimpa pada beliau sepeninggalan paman, kakek serta istri beliau yang tercinta yang semasa hidup mereka sebagai benteng terhadap serangan musuh-musuh beliau yang berusaha menghentikan perjuangan beliau.
            Selain menanamkan kekuatan batin terhadap beliau, juga memberikan ujian terhadap segenap umat islam baik dizaman Rasulullah maupun dizaman sekarang. Dengan peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut akan nampak bagi siapa yang beriman secara murni, maka akan lebih tebal imannya dengan peristiwa tersebut, karena peristiwa yang sehebat bagaimanapun tidak aka nada kesulitan apabila dikehendaki Allah SWT. Dan bagi orang yang imannya tipis akan berubah menjadi murtad, karena tidak percaya dengan peristiwa isra’ mi’raj tersebut apabila dipikir dengan akal.
           
Dengan demikian marilah kita pandai-pandai mengambil I’tibar (contoh) yang baik, yaitu mempertebal keimanan kita dengan mengembalikan semua kejadian yang sehebat manpun akan mudah terjadi dengan kehendak serta kekuasaan Allah SWT. Adapun sebagai perwujudan bahwa shalat itu merupakan kewajiban pokok bagi umat islam selaku umat Muhammad, maka bisa kita perhatikan lewat sabda beliau yang artinya :
“Shalat itu merupakan tiang agama (islam), maka barang siapa yang (telah) mendirikan shalat, maka dia (termasuk orang) yang telah mendirikan (membangun) agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat, maka dia (termasuk orang) yang sungguh-sungguh merobohkan agama (islam)”.
           

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
            Setelah kita perhatikan isi hadits tersebut, maka kita bisa menyimpulkan bahwa siapapun orangnya tidak boleh seenaknya meninggalkan kewajiban shalat, karena akibatnya merugikan diri kita sendiri, yakni akan menjadi orang yang menyesal selama-lamanya diakhirat kelak jika tidak secepatnya bertaubat (kembali) kepada Allah. Karena dianggap sebagai orang yang telah merobohkan agama Allah (agama islam). Untuk itu marilah kita berusaha sebaik mungkin dalam menunaikan kewajiban shalat sehari-hari dengan tulus ikhlas hanya mengharap keridhoan Allah semata.

  Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf.
Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

3 comments:

pak Li Sin said...

mohon ijin copy ya..

Aditya Purnama Meidarahman said...

izin share ya bang.

abdul rosyid alfarizy said...

iya silahkan :)
semoga bermanfaat ..

Post a Comment

 
Design by http://4-jie.blogspot.com/ | Bloggerized by Fajri Alhadi