Wednesday, 20 June 2012

Teks Ceramah Agama Islam Tentang Mengingat Kematian

Agama Islam adalah agama yang mengajarkan Tauhid yaitu setiap manusia diajak untuk menyembah Tuhan Yang Satu yaitu Allah SWT.. ceramah dan arlikel mengenai agama Islam sudah sangat banyak diulas di berbagai media, buku-buku agama dan buku-buku yang bahkan ditulis oleh orang non muslim, begitupun teks ceramah agama Islam yang mengulas berbagai segi dalam kehidupan, disini kami akan menyajikan arlikel agama Islam yang mengulas tentang kematian karena kematian jarang diingat orang padahal kematian sangat dekat dengan manusia.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pemah bersabda, “Berziarah kuburfah kaftan, karena hal itu dapat menyingatkan kaftan pada kematian.” (H.R. Muslim).
kata “kematian” yang paling pertama kita  ingat mungkin tempat peristirahatan kita  yang terakhir menunggu sampai had hisab tiba dimana kite ditempatkan di “rumah baru” kit sebuah lubang gelap kecil seukuran tubuh manusia yang begitu sunyi tanpa teman dan penolong seorangpun. Sering kits mendengar dalam ceramah agama Islam bagaimana pars ustad mengingatkan setiap muslim untuk selalu mengingat kematian dengan cara sering berzikir, berlaubat dan menjauhkan did dad hal-hal yang dilarang agama.
Manfaat Mengingat Kematian
Adapun manfaat dari  mengingat kematian adalah :
  • Selalu berbuat kebaikan dan takut untuk berbuat maksiat
  • menjadi rajin beribadah
  • Tidak cinta dunia berlebihan, karena harta dan segala sesuatu yang kita cintai di dunia akhimya akan kita tinggalkan dan pada seat kematian tiba kita hanya menggunakan kain kafan saja
  • Bila menghartapi cobaan lebih saber dan kuat, karena tahu siksa dialam kubur dan siksa pada had hisab nanti lebih dahsyat
  • Bertaubat
  • Selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong
Sering seseorang bila  ingat akan kematian yang dapat menghampiri kapan saja menjadi begitu taat beribadah, bersedekah dan sangat sayang kepada keluarganya. Tetapi orang lebih sering lupa akan akhir hidupnya yang bisa datang kapan saja dengan lebih mencintai dunia secara berlebihan tetapi cintanya pada akhirat hanya sedikit saja malah seolah-olah lupa bahwa kematian dapat menjemput kapan saja.
Zar’ah ibn ‘Abdillah medwayatkan bahwa Nabi SAW. pemah bersabda, “klanusia itu lebih mencintai kehidupan, pariahsl kematian itu febitt balk. baginya. Manusia juga lebin mencitai  harta yang banyak, padahal sedikit harta itu lebih sedikit hisabnya bagi dirinya.”(HP.Imam al-Bayhaqi)
Dalam ceramah agama Islam yang disampaikan seorang ustad di sebuah mesjid di Jakarta Pusat pada bulan Ramadhan lalu, beliau mengatakan bahwa
pada dasamya semua umat muslim menginginkan mati dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik), dan manusia tidak mengetahui mati di had apa, dimana, atau sedang apa karena kematian itu adalah hal yang gaib sama halnya dengan kiamat hanya Allah SWT yang tahu, yang harus diingat dalam kematian adalah kedatangannya mendadak dan bila sudah datang waktunya tak bisa ditolak. Tetapi manusia bisa berusaha dalam keadaan sepedi apa is akan mati, husnul khatimah atau su’ul khatimah (akhir yang buruk).
Untuk mencapai husnul khatimah pada saat kematian manusia bisa melakukan amal shalih yang istigamah, agar bisa istigamah adalah dengan memperbanyak Zikrul maut, banyak mengingat mati.
Su’ul  Khatimah
Penyebab su’ul khatimah menurut sebagian ulama ada 4 faktor yaitu :
  • Mengabaikan sholat
  • Minum Khamar
  • Duthaka pada ke dua orang tua
  • Menyakiti kaum muslim
Anas r.a. menuturkan bahwa Nabi saw. telah bersabda “Perbanyaklah mengingat kematian, karena hal itu dapat membersihkan dosa  dan menjadikan zuhud  didunia. Jika kalian mengingatnya ketika kaya, is akan menghabiskan harta itu dijalan Allah, jika mengingatnya ketika islam keadaan miskin, ia akan menjadikan kalian ridha akan kehidupan.”
Setiap manusia tidak bisa lad dari kematian meskipun dia bersembunyi di ujung bumi bila ajal sudah datang menjemput pasti dia akan mati. Bila Allah menghendaki maut akan datang dimana dan kapan saja sesuai dengan firman Nya. “Katakanlah bahwasanya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya is akan menemui kamu,
… “(Al Jumu’ah ayat 8), demikian pula dalam surat Oast’ ayat 19, Allah berfirman : “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenamya. Demikianlah yang kamu tidak dapat melarikan diri daripadanya.”
Sebenamya tidur yang kita jalani setiap hari  amat dekat dengan kematian, nyawa manusia ditahan ketika sedang tidur, di dalam kitab suci Al Qur’an Allah berfirman dalam surat Az Zumar surat 39 ayat 42, “Allah memegang jiwa orang ketika matinya dan memegang jiwa orang yang belum mati diwaktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa orang yang teller’) Dia tetapkan kematiannya dari  Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan …..”
Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk selalu berdoa sebelum Tidur dan setelah tidur, itu artinya kite dibimbing untuk menghadapi kematian sebelurn tidur dan diajak bersyukur karena Allah menghidupkan kita dari kematian.
Selalu mengingat kematian memang sesuatu yang seharusnya kita lakukan karena dengan mengingat kematian manusia enggan untuk melakukan kemaksiatan dan perbuatan yang sia-sia apalagi sudah banyak contoh orang yang meninggal dalam keadaan sia-sia dan sesuai dengan apa yang rnenjadi kebiasaannya misalnya : pecandu narkoba atau sex bebas, mereka meninggal dalam keadaan melakukan hal maksiat yagn biasa mereka lakukan sehari-hari. Nauzubilah minzalik semoga kita tidak termasuk dalam golongan itu.

2 comments:

irnaliaacemaxs said...

informasi di blog agan menarik banget , ijinin saya untuk jalan2 dan cari2 informasi lainnya di blog ini ya :)
salam kenal :D

abdul rosyid alfarizy said...

iya salam kenal juga :)
makasih atas kunjungannya yah :)

Post a Comment

 
Design by http://4-jie.blogspot.com/ | Bloggerized by Fajri Alhadi